Wednesday 08th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right
Apa Kabar Indonesia
Flood, Again and Again...

Januari, hujan sehari-hari. Setelah sukses tidak hujan sepanjang hari perayaan imlek kemarin, hari-hari terakhir bulan pertama 2009 ini hujan bagaikan tercurah ruah membasahi bumi. Airnya turun tidak terkira. Cobalah tengok dahan dan ranting, pohon dan kebun, basah semua. Ya, seperti lagu Turun Hujan itulah gambarannya. Hanya saja hujan yang turun belakangan ini tidak menghadirkan keceriaan seperti dalam lagu itu melainkan penderitaan. Sayangnya, penderitaan itu mengulang kejadian yang sama tahun-tahun lalu.

Banjir, kembali melanda beberapa wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jawa Tengah-Jawa Timur, juga di beberapa daerah lain. Persoalnnya selalu sama yaitu air yang melimpah terlalu banyak sementara daya tampung sungai tidak lagi mencukupi. Sungai-sungai sekarang sudah terlalu berat menahan beban sedimentasi yang ditimbulkan oleh erosi, sampah industri, sampah rumah tangga. Sementara wilayah sekitar sungai yang semestinya bisa berfungsi sebagai penyangga telah banyak berubah fungsi. Ada yang dijadikan lahan pertanian, bahkan di kota-kota besar daerah pinggiran kali (girli) dijadikan lokasi pemukiman.

Lagi Ah...
 
Bussines As Usual
Begitu antusias dunia menyambut pelantikan Obama menjadi Presiden AS. Tak kurang dari dua juta orang rela kedinginan di sepanjang jalan Gedung Putih-Capitol Hill untuk menjadi bagian dari sejarah "wajah baru Amerika" seperti yang dijanjikan Obama dalam pidato pertamanya sebagai Presiden.Tidak kurang pula milyaran pasang mata penduduk dunia tertuju ke prosesi itu melalui layar kaca.
Pada setiap momentum pelantikan presiden AS memang dunia dibuat untuk harus menengok dan menyaksikan. Bukan semata karena kekuatan jaringan media AS yang mengglobal, namun juga karena orang ingin melihat apa kira-kira yang akan diperbuat pemimpin negara adi daya tersebut terhadap AS sendiri dan dunia pada umunya. Pidato pertama presiden AS sedikit banyak menggambarkan apa langkah-langkah yang hendak diambil selanjutnya. Corak dan warna kebijakan luar negerinya, arah dan bentuk kebijakan ekonominya, yang akan menentukan warna, corak, dan bentuk nasib dunia untuk tahun-tahun mendatang.
Tetapi Obama mendapati perhatian lebih istimewa. Pertama karena Ia lah Presiden AS pertama dari keturunan Afro-Amerika. AS, meskipun mengklaim diri sebagai barometer negara demokratis sampai dengan batas--batas tertentu masih menyimpan sisa faham rasialis, terutama terhadap warga kulit hitam. Maka Obama dalam hal ini telah mendobrak kebuntuan dan berhasil meyakinkan dunia bahwa persoalan itu sudah tida ada lagi.
Lanjut...
 
Tulisan Lain...
« Prev123456 »

Hal 5 of 6
Awal Catatan Kemis

wisata

Cerita (dari) Kampung

Hak Azasi Anda, Dicabut!

Bukan main, batinku ketika bersama segerombolan mahasiswa baru yang lain berjubel memasuki gerbang kampus. Ini hari pertama sekolah dengan predikat mahasiswa. Kawanku satu seklolah malah dengan berapi-api mengatakan : Kita ini sekarang jadi mahasiswa. Agent of change. Tahukan kau apa yang dimaksud dengan agent of change itu? Penggerak perubahan, penggerak revolusi. Tahukah kau siapa yang berdri paling depan di muka moncong meriam pemerintah komunis Cina? tahukan kau siapa yang berdiri paling depan menuntuk Roh Tae Woo mundur? dan tahukan kau siapa Soekarno ketika berjuang menyatukan Republik Indonesia? Syahrir? Bung Hatta?

Dan kami yang memaklumi kegembiraanya serentak menjawab dengan lantang : MAHASISWA!, semoga dia puas. Buktinya dia kemudian menurunkan nada bicaranya dan cengar-cengir kaya kuda sumbawa kegatelan.

Jelas tertulis di sebuah spanduk yang terbentang, ucapan (sanjungan lebih tepatnya ):

SELAMAT DATANG PUTRA-PUTRI TERBAIK BANGSA

Ttd Senat Mahasiswa

Tiba-tiba ada kebanggaan membuncah memenuhi dada. Tidak main-main, konon sampai bisa berhasil diterima sebagai mahasiswa di sini, masing-masing dari kami telah mengalahkan 40 kandidat lain. Itu sama dengan jumlah siswa SMA satu kelas. Itu berarti juga kami layak disebut sebagai yang terbaik di kelas. Maka klaim Senat Mahasiswa itu memang tidak asal-asalan. Namun pada saat yang sama, di sisi ruang hati yang lain ada suara menyanggah. Ah, kalau tidak karena gratis, kalau tidak karena ada jaminan pekerjaan, kalau tidak karena prestis, dst..dst...mungkin kami tidak di sini. Tapi tak apalah, klaim apa saja yang bisa membusungkan dada ini. Aku hanya perlu kepastian yang kelak kau berikan : Gaji...he..he..he.

Tetapi rasa bangga itu rupanya harus disimpan dulu baik-baik sebab sebuah bentakan nyaring menghardik kami agar bergegas memasuki pelataran kampus, dengan jalan berjongkok! Tak urung, rasa sebal dan kesal mengiringi langkah. Tidakkah kalian tahu, wahai para senior. Di tas karung kami tersedia beracam-macam perlengkapan. Di ke dua tangan kami masih harus membawa peralatan tulis, dan aksesoris macam-macam. Dan Kami belum tidur semalaman gara-gara harus mencatat harga sayur mayur dan merangkum isi berita RRI pukul 00.00 dini hari.

Read more...


Kampanye Hijau


Diedit dari Joomla! Designed by: Free Joomla 1.5 Template, domain instructions. Valid XHTML dan CSS.